Senin, 25 April 2011

FENOMENA LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK)


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh



Fenomena Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang dari dulu hingga detik ini masih sangat minim diminati oleh mayoritas mahasiswa muslim perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Anggapan bahwa mereka yang duduk dalam suatu civitas organisasi kerohanian kampus hanya kalangan tertentu yang memang telah mumpuni dalam hal kerohanian masih sangat kental bagi sebagian besar mahasiswa. Di samping itu progresivitas gaya hidup yang kian mengarah pada hedonisme keduniaan semakin memperlemah gerak langkah “calon aktivis Lembaga Dakwah Kampus” yang sebenarnya ingin mendalami konsep keislaman melalui organisasi tersebut. Mereka cenderung tertarik pada hal ataupun aktivitas yang berbau keduniaan bahkan sampai pada aktivitas yang sangat bertentangan dengan tendensi kerohanian islam. Narkoba, hubungan intim di luar nikah, tawuran, kenakalan remaja sampai pada tindak kriminal yang sejatinya tidak pantas dilakukan oleh kaum yang notabene dikatakan berpendidikan oleh masyarakat awam yang tidak lain adalah MAHASISWA

Apabila telah banyak terjadi penyimpangan sisi-sisi keislaman di kalangan mahasiswa, LALU UNTUK APA LEMBAGA DAKWAH TIAP KAMPUS TETAP ADA ? DIMANA PERAN SERTA MEREKA KETIKA SAUDARA-SAUDARA KITA TELAH JAUH DARI SISI KEISLAMAN ?

Bukankah telah tercatat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka bahwa yang tertulis pada kolom Agama ialah ISLAM ?

Bukankah latar belakang keluarga mereka berasal dari kelompok yang bernama ISLAM ?

Bukankah ketika lahir mereka dikumandangkan Azan dan Iqomah yang tidak lain hanya ada pada agama ISLAM ?

Bukankah ketika mereka WAFAT mereka dimandikan, disholati, dikuburkan yang tidak ada tuntunannya dalam agama lain selain agama ISLAM ?

Kapan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bisa maju jika para generasi penerus bangsanya telah rusak dan jauh dari nilai-nilai moralitas kebangsaan ?

Tak sadarkah kita bahwa orang-orang kafir sedang menggerogoti keimanan masyarakat muslim di Indonesia melalui berbagai cara ?

Tahukah anda, orang-orang kafir mendirikan Perguruan Tinggi sesuai agamanya masing-masing. Saudara-saudara muslim kita pun ternyata ada dalam perguruan tinggi tersebut. Dan yang lebih patut kita sayangkan ternyata pihak perguruan tinggi yang bersangkutan MEWAJIBKAN KEPADA SEMUA MAHASISWANYA UNTUK MENGIKUTI MATA KULIAH AGAMA YANG BERSANGKUTAN.

Bagaimana nasib saudara-saudara kita disana yang secara langsung mendapat doktrin agama orang kafir ?

MENGAPA SAMPAI DEMIKIAN ???

RENUNGKANLAH . . .



Jargon” PERERAT UKHUWWAH ISLAMIYAH” yang digemborkan masing-masing Lembaga Dakwah Kampus hanya sebatas omongan yang pada kenyataannya tetap saja sangat kontradiktif dengan apa yang mereka ucapkan, banyak faktor yang mempengaruhi mengapa setiap Lembaga Dakwah Kampus di seluruh Indonesia masih sangat minim diminati oleh mayoritas mahasiswa di kampusnya.

KURANGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEJAK DINI

Sebagian besar mahasiswa berasal dari keluarga yang berpendidikan (kalau tidak orang tuanya yaa.. saudara atau kerabatnya), sehingga sudah barang tentu mereka memahami untuk apa mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun masih banyak dari mereka yang ketika usia dini belum mendapatkan pemahaman islam yang telah mendalam sehingga tetap mengakar di hatinya sampai kapanpun. Menjelang usia akhir balita mereka dimasukkan ke dalam Taman Kanak-kanak Umum, masuk usia 5-7 tahun sudah masuk SD, dalam usia –usia anak SD sebenarnya sudah sangat cocok dan bagi orang tua harus sudah menanamkan islam dalam hatinya namun karena mereka enggan atau bahkan mungkin tak sempat hingga akhirnya mereka menginjak usia SMP belum tersentuh perhatian agama oleh orang tuanya, saat usia SMP dan SMA pun mereka masih minim dalam mendapat pendidikan agama islam baik dari orang tua maupun dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya banyak dari mereka yang enggan, lupa, malas atau bahkan sama sekali tidak pernah sholat setiap harinya. Padahal Rasulullah SAW menganjurkan jika anak sudah usia 7 tahun belum menunaikan sholat maka orang tua berhak memukulinya (dengan tidak sampai melukai anak). Dalam masalah membaca Al Qur`an pun masih jauh dari kata fasih dan lancar. Itu semua tidak lain dan tidak bukan karena minimnya penanaman nilai-nilai Islam pada diri anak, hingga sampai pada usia perkuliahan pun hal-hal yang demikian masih saja terjadi.



3. KURANGNYA KESADARAN AKAN KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU AGAMA BAGI SETIAP MUSLIM

Rasulullah Shallallahu`alaihi Wasallam telah bersabda bahwa “Menuntut Ilmu itu hukumnya wajib bagi seorang muslim”. Namun nyatanya Sunnah Rasul yang satu ini masih banyak disepelekan oleh sebagian besar masyarkat muslim khususnya kalangan mahasiswa. Mereka hanya asyik mencari ilmu dunia dengan harapan bisa untuk memenuhi segala kebutuhan hidup di kelak kemudian hari. APAKAH HANYA ITU ?

Tak sadarkah kita bahwa kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat nanti ?

Tak sadarkah kita bahwa kita tidak bisa selamanya hidup di dunia ini ?

Tak sadarkah kita bahwa semua harta dan perihal keduniaan tidak akan dibawa ketika manusia telah mati ?



3. PERPECAHAN ANTAR GERAKAN ISLAM

Pelangi dalam islam memang ada dan akan tetap ada hingga hari akhir nanti, karena itu merupakan Sunnatullah yang telah dinyatakan oleh Rasulullah Sahallallahu`alaihi Wasallam. Para mahasiswa berasal dari latar belakang pemahaman islam yang berbeda-beda. MUNGKINKAH PEMAHAMAN MASING-MASING GERAKAN ISLAM DISATUKAN ???

Penulis menjawab, “TIDAK MUNGKIN”. Masing-masing punya landasan hukum dalam melakukan aktvitas ibadah melalui pemahaman Al- Qur`an dan As Sunnah. SELAMA MASING-MASING MEMEGANG TEGUH PRINSIPNYA, TIDAK MENYALAHKAN, TIDAK MENYUDUTKAN PIHAK LAIN SERTA TIDAK MEMAKSAKAN DOKTRIN PEMAHAMAN ISLAMNYA KEPADA KELOMPOK LAIN, INSYA ALLAH UKHUWWAH ISLAMIYYAH AKAN TETAP TERJAGA SEPANJANG MASA. Penulis ambil contoh dua gerakan Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk muslim di Indonesia yaitu NAHDHATUL ULAMA dengan tokohnya KH.Hasyim Asy`ari dan MUHAMMADIYYAH dengan tokohnya KH.Ahmad Dahlan merupakan dua gerakan Islam yang muncul sebelum Indonesia merdeka. Kegigihan dan keluwesan para pendiri gerakan Islam tersebut telah membawa sisi positif dimana Indonesia menjadi Negara Berpenduduk Muslim terbesar di Dunia. Toleransi diantara keduanya sangat hangat, hal itu memang dicontohkan oleh kedua tokoh pendiri gerakan islam tersebut. Memang benar bahwa kedua gerakan tersebut telah banyak mendirikan perguruan tinggi di seluruh nusantara. Namun ukhuwwah antar keduanya tetap terjaga.

Sekarang ini telah ada gerakan Islam yang muncul dan HENDAK MENGGEROGOTI PEMAHAMAN ISLAM YANG DIYAKINI OLEH NU DAN MUHAMMADIYYAH.

Penulis ambil contoh gerakan Islam Transnasioanal SALAFI dengan tokohnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, berpusat di Saudi Arabia dan IKHWANUL MUSLIMIN dengan tokohnya Sayyid Quthb, berpusat di Mesir. Ada juga gerakan Islam yang menginginkan berdirinya Khalifah Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara terang-terangan, sebut saja HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) dengan tokohnya Syaikh Taqiyyuddin An-Nabhani dan NEGARA ISLAM INDONESIA (NII). Telah banyak para mahasiswa yang menjadi aktivis Gerakan HTI, dan yang baru-baru ini sedang hangat ialah isu BRAIN WASH (Pencucian Otak) yang dilakukan oleh kelompok NII kepada mahasiswa agar mau dijadikan sebagai anggotanya serta melakukan tindakan teror terhadap pemerintah Republik Indonesia.



Kembali kepada gerakan islam SALAFI dan IKHWANUL MUSLIMIN. Kedua gerakan ini telah menguasai sebagian besar Lembaga Dakwah Kampus di seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, bahkan sudah masuk dalam birokrasi Perguruan Tinggi yang bersangkutan yaitu dibuktikan dengan ADANYA KURIKULUM YANG BERISI PEMAHAMAN DOKTRIN YANG BERSANGKUTAN. Karakteristik Salafi agak keras dibandingkan dengan Ikhwanul Muslimin yang lebih halus dalam berdakwah. Salafi menggemborkan “Berantas Syirik, khurafat dan Bid`ah (yang tentunya sesuai dengan pemahaman Salafi)”. Mereka menyerang sepihak kepada gerakan Islam lainnya yang tidak sepemahaman dengannya. Tetapi ketika mereka diajak diskusi untuk melurusakan tuduhan-tuduhan yang diloantarkannya kepada gerakan lain, mereka beralasan “tidak mau berdebat”, padahal apa yang telah dituduhkan mereka harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik agar masyarakat tidak hanya sepihak mendapat doktrin dari mereka. Sedangkan Ikhawanul Muslimin sekarang telah melebarkan sayapnya melalui lembaga pendidikan seperti SMA/SMK dan sampai pada perguruan tinggi. Di samping itu mereka juga telah masuk dalam salah satu Partai Nasional yang sekarang ada dalam kursi wakil rakyat. Dakwah mereka cukup halus dan bahkan sangat halus. LIQO atau pertemuan jama`ah kepada murabbinya menjadi ikon keberhasilan dakwah mereka. Sasaran mereka ialah para pelajar SMP dan SMA serta para Mahasiswa yang sejatinya sudah mempunyai bekal pemahaman Islam sejak dini.

Pada hakikatnya tidak masalah jika mereka berdakwah kepada orang-orang yang memang belum mendalami Islam secara menyeluruh DENGAN TETAP TIDAK MENYALAHKAN, TIDAK MENYUDUTKAN PIHAK LAIN SERTA TIDAK MEMAKSAKAN DOKTRIN PEMAHAMAN ISLAMNYA KEPADA KELOMPOK LAIN, namun ketika hal itu dilanggar JUSTRU AKAN MENCEDERAI UKHUWWAH ISLAMIYYAH YANG SEBENARNYA.



MARI KITA PERERAT BENTENG UKHUWWAH ISLAMIYYAH !



Dari ketiga faktor yang hanya bisa disebutkan penulis di atas itulah yang menyebabkan mengapa para mahasiswa terkadang enggan menjadi aktivis dakwah kampus. Sebab sebenarnya sasaran dakwah bagi masing-masing LDK itu mereka-mereka yang masih jarang sholat, mereka-mereka yang belum bisa baca Al Qur`an, mereka-mereka yang masih suka bermaksiat, mereka-mereka yang telah jauh dari Tuhan-Nya. Itulah tendensi dakwah sesuai dengan firman Allah :



ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ

بِالْمُهْتَدِينَ



Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS. An-Nahl : 125)



Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca, silahkan sampaikan saran atau kritik di komentar notes ini, jika ingin secara pribadi silahkan lewat inbox saja

Terima kasih buat yg sudah menjadi Dosen, staf pengajar di Sekolah2, maupun para aktivis dakwah di kampusnya maupun lingkungan kerjanya masing-masing



^_^



Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

By IMM with No comments

Minggu, 24 April 2011

Injak-injak Kain Merah Putih, Pengisi Acara HUT PKS Diamankan Polisi


Jakarta - Pemain teater Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginjak-injak kain merah-putih berukuran 2x6 meter. Aksi ini dilakukan dalam acara Ultah PKS ke-13 di Tasikmalaya. Atas tindakan tersebut, polisi langsung menghentikan acara dan menggiring pemain teater ke Mapolres.

"Betul, saat peringatan HUT PKS di Stadion Dadaha ada penampilan seni perkusi yang menggunakan kain merah putih ukuran 2x6 meter," kata Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Gupuh Setiono saat berbincang dengan detikcom, Minggu, (24/4/2011).

Menurut Gupuh, kain tersebut digunakan sebagai alas dan terinjak-injak oleh pemain. "Sehingga kami ambil tindakan penghentian acara," terangnya.

Usai acara dihentikan, para pemain digiring ke Mapolresta untuk dimintai keterangan. "Masih kami dalami peristiwa ini apakah ada unsur pidananya atau tidak," tutur Gupuh.

(asp/rdf)

By IMM with No comments

PKS Mengaku Kain Merah Putih dalam Teatrikal Bukan Bendera

Jakarta - Acara teatrikal dalam HUT PKS di Tasikmalaya merupakan sumbangan spontan dari pelajar SMU Muttaqien. PKS juga menjelaskan kain merah putih dalam aksi itu bukan dimaksudkan sebagai bendera Indonesia.

"Karena spontan, maka tarian dilakukan di luar gedung GOR. Namun tak disangka di ujung tarian ada kain seperti bendera merah putih terinjak oleh peserta tari," ujar Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq dalam penjelasan tertulisnya pada wartawan, Sabtu (24/4/2011).

Mahfudz menjelaskan panitia juga terkejut dengan aksi itu. Mereka pun telah memberikan keterangan pada pihak kepolisian, aksi tersebut bukan bermaksud untuk melecehkan simbol negara.

"Atas inisiatif panitia, ketua panitia saudara Tono yang juga ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya bersama penanggung jawab tarian memberikan keterangan di kantor Polres setempat," terang anggota DPR RI ini.

Menurutnya, pihak kepolisian pun bisa menerima penjelasan dari panitia HUT PKS itu. "Pihak Kapolres bisa menerima penjelasan panitia sebagai insiden yang tidak dimaksudkan apa-apa, dan pihak penyumbang tarian sudah meminta maaf," tutup Mahfudz.

Sebelumnya pemain teater Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginjak-injak kain merah-putih berukuran 2x6 meter. Aksi ini dilakukan dalam acara Ultah PKS ke-13 di Tasikmalaya. Atas tindakan tersebut, polisi langsung menghentikan acara dan menggiring pemain teater ke Mapolres.

(rdf/asp)
awas....awas...musang berbulu onta. .

By IMM with No comments

Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi


“Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Ahmad)
Ketika akan memulai menulis review buku ini saya sedikit ragu. Ada sedikit ragu untuk bersiap menghadapi serangan atau bahkan hujatan dari kelompok Salafi yang kebakaran jenggot melihat kelompok mereka dikritik sedemikian rupa. Saya kira sudah jadi identitas bagi kelompok Salafi untuk ringan lisan mengkafirkan, membid’ahkan dan menyesatkan orang/kelompok yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka.

.

Buku ini saya temui di pameran buku di Jogja Expo Center beberapa hari lalu. Ditulis oleh seorang penulis Syaikh Idahram (yang saya sayangkan, biografi singkat penulis tidak dijelaskan sedikitpun di buku ini. Sepertinya ini nama pena). Selain penulis tersebut, buku ini juga di-endorser oleh beberapa tokoh kompeten yaitu: KH. Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Adz Zikra), KH. DR. Ma’ruf Amien (Ketua MUI) dan Prof. Said Agil Siraj (Ketua Umum PBNU).

KH. Ma’ruf Amien misalnya menyatakan bahwa “Buku ini layak dibaca oleh siapa pun. Saya berharap setelah membaca buku ini, seorang muslim meningkat kesadarannya, bertambah kasih-sayangnya, rukun dengan saudaranya, santun dengan sesama umat, lapang dada dalam menerima perbedaan dan adil dalam menyikapi permasalahan.”

Ringkasan, Sangat Ringkas

Adapun buku ini terbagi ke dalam 6 bab pembahasan. Bab pertama, bercerita tentang seluk beluk Salafi. Saya mencatat bahwa berdirinya kelompok (atau sekte menurut penulis buku) tidak lepas pula dari kepentingan ekonomi-politik duet Muhammad bin Saud dan Muhammad bin Abdul Wahab untuk melepaskan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani dan mendirikan negara/pemerintahan baru. Terbukti hari ini, dinasti Raja Saudi didukung pewaris madzhab Salafi Wahabi bergandengan tangan duduk satu meja dengan pihak barat dalam banyak hal.

Bab kedua, bercerita tentang sejarah kejahatan Salafi. Susah untuk dipercaya, dan mungkin memang harus dikonfirmasi terlebih lebih lanjut. Tapi, data dan fakta yang disampaikan penulis cukuplah kuat untuk membuktikan tuduhan kejahatan ini. Beberapa peristiwa terkini, seperti pembantaian jamaah haji dari Yaman (tahun 1921) sejumlah hampir 1000 orang. Juga jamaah haji dari Iran (tahun 1986), sedikitnya 329 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Anda tahu kenapa jamaah Iran dibantai? Jawabannya karena mereka berdemo melaknat negeri-negeri barat. Bagaimana pendapat anda? Kalau anda tidak merasa aneh dan miris, justru saya akan mempertanyakan ke-Islaman anda…

Bab ketiga, bercerita tentang hadits-hadits Rasul tentang Salafi. Ada beberapa hadits yang diangkat, akan tetapi Hadits Bukhari, Muslim, dan Hakim sepertinya cukup mewakili: “Akan terjadi di tengah umatku perbedaan dan perpecahan. Akan muncul suatu kaum yang membuatmu kagum, dan mereka juga kagum terhadap diri mereka sendiri. Namun orang-orang yang membunuh mereka lebih utama di sisi Allah daripada mereka. Mereka baik perkataannya, namun buruk perbuatannya. Mereka mengajak kepada kitab Allah, tetapi tidak mewakili Allah sama sekali. Jika kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah.”

Saya kira kalau kelompok umat Islam lain konsisten bertindak secara tekstual (seperti yang dipraktekkan Salafi), bisa jadi kelompok Salafi sudah dibunuh sejak dulu –tidak akan ada yang rugi saya kira. Akan tetapi, saya kira sebagian umat Islam lebih cerdas dan arif dalam melihat perbedaan sehingga tidak gegabah dan bodoh dalam bertindak.

Bab keempat, bercerita tentang fatwa-fatwa yang menyimpang dari Salafi Wahabi. Seperti biasa yang kita tahu, bahwa fatwa-fatwa mereka seringkali otoriter dan bila tidak dilaksanakan lalu kuasa bahasa bermain (sesat, kafir, bid’ah, boikot sampai halal darahnya). Saya heran hari seperti ini sempat-sempatnya memfatwakan haramnya belajar bahasa selain bahasa arab, gila bukan? Menurut Salafi belajar bahasa selain arab adalah bentuk tasyabbuh kuffar (menyerupai orang-orang kafir). Entah dimana akal sehat ditaruh pada fatwa ini. Padahal bahasa adalah ilmu alat yang amat penting, tanpa bahasa ilmu tidak akan pernah menyebar luas, dakwah pun hanya akan terjepit di lokal tertentu.

Selain fatwa aneh haram belajar bahasa lain, ada juga fatwa-fatwa janggal lain seperti: haram membawa jenazah dengan mobil, ucapan hari raya adalah bid’ah dan sesat, dsb.

Bab kelima, bercerita tentang kerancuan konsep dan manhaj Salafi. Inti dari bab ini kurang lebih senada dengan buku Prof. Said Ramadhan Al Buthi Assalafiyyah Marhalatun Zamaniyyatun mubârakatun lâ Madzhabun Islâmiyyun yang menyatakan bahwa Salafi pada dasarnya hanyalah sebuah fase sejarah bukan madzhab. Ada dua argumen yang harusnya dijadikan catatan: Pertama, bahwa kaum Salaf pun ketika itu tidak selalu seragam dalam menghadapi permasalahan. Adalah suatu kejanggalan ketika sekarang harus diseragamkan, atau jangan-jangan keseragaman ini bukan muncul dari kaum Salaf tapi justru dari pemaksaan ajaran Muhammad ibnu Abdul Wahab??

Kedua, kelompok Salafi begitu gencar mengkampanyekan anti taqlid dan madzhabiyah (Syafii, Hanbali, Hanafi dan Malik). Sayangnya, mereka tidak konsisten! Justru mereka sendiri sangat taqlid terhadap ulama mereka seperti Syekh bin Baz, Syekh bin Utsaimin, Syekh bin Fauzan, dll. Lucu bukan?? Lucu sekali…

Epilog

Hari ini perbedaan yang sifatnya furuiyah seharusnya tidak dihadapi dengan semangat bid’ah-membid’ahkan atau bahkan kafir-mengkafirkan. Itu terlalu jauh dan kasar terhadap sesama umat Islam. Kalau konsisten dengan Salaf, seharusnya akhlak Rasul mereka junjung tinggi, bukan justru akhlak Khawarij yang gemar menuduh kafir, bid’ah dan sesat.

Pada akhirnya, hari ini sudah jelas siapa musuh Islam. Sudah jelas siapa yang harus kita lawan bersama-sama. Jangan sampai kelompok anti Islam, dari Zionis maupun barat terus menertawai umat Islam yang lebih senang ribut di internal alih-alih mensolidkan diri.

*Ketua Umum IMM UGM 2009-2010

By IMM with No comments

Selasa, 04 Januari 2011

HASIL TEMU IMM PTN I DAN II


HASIL SIDANG KOMISI A: INTERNAL

Permasalahan internal dibagi ke dalam 3 hal:

1. Perkaderan

2. Organisasi

3. Keilmuan

1. Masalah perkaderan dikelompokkan menjadi 3 permasalahan penting:

a) Penjaringan kader (recruitment), dilakukan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:

1. Melakukan komunikasi aktif antara Pimpinan dengan calon kader

2. Membuat agenda-agenda (acara) formal, kultural yang melibatkan calon kader

b) Ideologisasi

1. Memformulasikan kurikulum pengkaderan (formal dan kultural) yang sesuai dengan analisis dan kebutuhan komisariat masing-masing

2. Memasukkan materi aqidah ke dalam materi perkaderan (DAD)

3. Membangun basis IMM di kampus dengan membuat forum atau dialog antar AMM yang difasilitasi oleh komisariat yang bersangkutan

4. Membuat pembinaan untuk korps instruktur secara kontinyu

5. Membuat media sebagai sarana penanaman ideologi

6. Evaluasi perkembangan kader secara intensif

c) Pemberdayaan

1. Memetakan kader di wilayah internal kampus sesuai dengan kompetensinya: BEM, Senat, Unit Kegiatan Mahasiswa dan lain-lain.

2. Organisasi:

a) Meneguhkan pemahaman fungsi bidang dan mengoptimalkannya (ada job des yang tepat)

b) Memperjelas konsep kolektif kolegial yang menjadi ciri khas IMM (misal dengan up grading)

c) Membuat jejaring dana yang jelas untuk memperkuat organisasi

3. Kelimuan:

a) Membuat sekolah pemikiran

b) Membuat forum diskusi

c) Membuat forum pembinaan akademis

HASIL SIDANG KOMISI C : RENCANA TINDAK LANJUT

Rekomendasi Wilayah Arahan

• Merutinkan Pertemuan Regional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Non PTM 1 tahun sekali sebagai forum strategis bersama untuk menjalankan fungsi evaluasi dan solving problem serta tantangan spesifik yang dihadapi IMM Non PTM.

• Menerbitkan Blue Print rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait (stake holder) IMM Non PTM.

• Menerbitkan analisa kondisi IMM Non PTM masing-masing kampus beserta rekomendasi solusi yang telah dirumuskan.

• Menerbitkan antologi essay yang disusun masing-masing delegasi.

• Merumuskan strategi lokal pengkaderan, penguatan jaringan, dan arahan kultur kader yang menyesuaikan spesifik tantangan.

• Membentuk koordinator wilayah untuk memudahkan fungsi koordinasi IMM Non PTM.

• Mengadakan konsolidasi dan konsultasi yang tertata dengan DPP IMM selaku penanggung jawab, yang diawali dengan DPD IMM masing-masing sebagai bentuk stimulus.

• Menguatkan jaringan konsolidasi intra IMM Non PTM dengan media IT (Web, Facebook, Email, Twitter, Blog, dll)

Rekomendasi Wilayah Praksis

• Ranah Internal :

- Menggiatkan forum cultural kader (ta’lim).

- Menggiatkan forum kajian intelektual kader (sekolah intelektual)

- Menjadi fasilitator Try Out SNAMPTN.

• Ranah Eksternal :

- Menggiatkan safari kelembagaan baik dalam intra Muhammadiyaah dan ortom, serta lembaga intra kampus.

- Menerbitkan bulletin rutin sebagai wadah syiar.

- Menggiatkan forum diskusi dan aktualisasi tindak lanjut mengenai isu-isu actual.

By IMM with No comments

Kamis, 30 Desember 2010

ayo bangkit....


kadang pergerakan ini membuat jiwa terasa letih.....
tapi ini lah jalan hidup seorang aktivis...
walau kadang aral sering menghadang...
tapi ada saatnya kita akan tersenyum....
setelah apa yang kita perjuangkan ini tercapai....
walau belum tahu kapankah waktunya......

ayo bangkit kembali kawan-kawan.....
perjuangan ini memang perlu pengorban dari kita....
walaupun nantinya nama kita nggak akan dikenang oleh orang......
tapi ingat,, ibu pertiwi akan mencatatnya dengan tinta emas.....

jas merah ini bukan hanya milik kita......
tapi ini adalah milik umat.....
yang akan kita pertanggung jawabkan di akhirnya kelak....
ingat kita adalah seorang PEMIMPIN.........

by : boy (kabid hikmah dpd imm sumbar)

By IMM with No comments